Private Class, 19-20 Nopember 2015

Private Class, 19-20 Nopember 2015

Bismillahirrohmaanirrohim..

Private Class yang diadakan di Probolinggo di Hotel Bintang Banyuglugur Besuki dengan dihadiri duo master, Mas Rendy dan Mas Sonny, dilaksanakan 2 hari pada tanggal 19 dan 20 Nopember 2015.

Kok bisa, kelas privat di Probolinggo ini diadain 2 hari..? Waaah, curang nihh..

Hehee.. Dengerin dulu penjelasannya..

Begini, pemirsa..

Mas Andre dan Bu Eka mensyiarkan ilmu PPA ini kepada kenalannya, Bu Hamidah. Beliau seorang pengurus sebuah pondok pesantren yang bernama Nurul Jadid.

Ternyata, hal ini disambut baik oleh Bu Hamidah hingga setelah diinfokan akan diadakannya private class PPA di Probolinggo, yang mendaftar mencapai 80 orang.

Masalah peserta overload ini kemudian dirundingkan ke pusat yang akhirnya mencapai mufakat bahwa jumlah peserta dibagi 2 saja, jadi private class akan berlangsung selama 2 hari. Alasannya dikarenakan peserta yang mengikuti kelas privat per kelas maksimal 50 orang saja agar kenyamanan di dalam ruangan terjaga sehingga dapat dikondisikan diskusi interaktif yang menyenangkan.

Alhamdulillah, private class ini berjalan lancar dan sukses. Kolaborasi duo master, Mas Rendy dan Mas Sonny yang bergantian menyampaikan materi telah memberikan pemahaman tauhid melalui sudut pandang PPA.

Terima kasih kepada tim Situbondo yang melebarkan sayapnya ke Probolinggo. Semoga semakin banyak hamba Allah yang ‘kembali menghamba’ pada-Nya. Barokallah..

Training for Trainer, 14-15 Nopember 2015

Bismillahirrohmaanirrohiim..

TFT atau Training for Trainer adalah sebuah training lanjutan bagi alumni PPA dalam upaya mempersiapkan tim yang memiliki keselarasan visi dan aksi. Diharapkan, setelah ini dapat berkomitmen untuk berperan aktif memperkuat gerakan syiar PPA, membina alumni, dan menjadi inspirator pemberdayaan ummat di daerahnya masing-masing.

And, now…

Please, welcome… para delegasi PPA Se-Indonesia..

Sebelum memasuki ruangan training, para peserta TFT yang notabene berasal dari luar Jakarta, yang udah bela-belain datang, yang rela melakukan perjalanan berjam-jam untuk menghadiri event khusus ini, diwajibkan melakukan registrasi di meja yang telah disediakan tepat pukul 8 pagi.

Panitia pendukung acara dengan senyum hangatnya menyambut kedatangan tamu terhormat yang berasal dari kota-kota berbeda dan memberikan name tag untuk mempermudah bila berkenalan dengan sesama peserta, juga membagikan baju seragam training agar panitia lebih mudah membedakan dengan peserta training lainnya yang berlangsung selama 2 hari di Hotel Sofyan Inn Betawi, Gondangdia, Jakarta.

Pukul 09.00, acara dibuka oleh master Helmy Faisal yang memberikan materi mengenai Framing, yaitu untuk mengetahui bagaimana perspektif atau cara pandang yang digunakan kawan-kawan EoA ketika menyeleksi suatu kasus.

Banyak pemaparan yang disampaikan oleh sang master dengan berbagai contoh kasus dan lain-lain sebagai pembekalan untuk menghadapi kasus di lapangan.

Pukul 10.30 wib disambung materi The Way oleh master founder PPA, Rendy Rezha. Alasan mengapa kita hidup padahal tidak minta dihidupkan, mengapa harus menyembah Dia padahal tidak disembah juga tetap Maha Tinggi dan Mulia. Dikupas tuntas oleh sang master hingga merambat ke pukul 12 siang.

 

Waktunya untuk istirahat, sholat, dan makan. Para peserta dipersilahkan menuju meja prasmanan yang disediakan juga musholla untuk mendirikah ibadah sholat dzuhur.

Setelah 1 jam berlalu, para peserta TFT kembali memasuki ruangan training untuk mendapatkan materi tentang Art of Delivery, masih bersama sang master Rendy Rezha.

Selama kurang lebih 2 jam kedepan, mas Rendy menyampaikan apa itu yang dinamakan Art of Delivery, terlebih harus diaplikasikan dalam kehidupan nyata kita.

Materi ini ditutup break sholat ashar sambil para peserta menikmati kopi dan kudapan ringan untuk menemani bercengkrama. 🙂

After ngobrol-ngobrol, berkenalan, berbagi kisah dari daerah masing-masing, acara kembali dibuka dengan tema Personal Branding.

Materi yang dijelaskan khusus oleh sang master, Sonny Abi Kim, mengulas tentang bagaimana cara mem-branding diri dengan baik dan kebaikan. Dan selama kurun waktu 3 jam lebih, ditambah diskusi interaktif dan game-game yang seru, para peserta menangkap ilmu tersebut dan menuangkannya dalam catatan-catatan penting.

Setelah break sholat maghrib, makan malam, dan dilanjut sholat isya’, peserta masih diberikan ilmu mengenai Strategi Pembinaan yang kali ini disampaikan oleh kolaborasi 2 trainer, yaitu Kang Helmy Faisal dan Mas Dedy Irawan. Dimulai dari pukul 19.15 dan baru rampung sekitar pukul 22.30 wib mendekati tengah malam. Ditutup dengan pembuatan bingkisan sembako untuk dibagi-bagikan.

Waahhh, suasana ruangan mulai rame lagi. Teriakan, tawa, canda, guyonan, terdengar di sana-sini. Mereka semua membungkus bingkisan tersebut dengan perasaan bahagia. Yaa, karena tentu saja akan diberikan kepada yang membutuhkan, dan itu tentu saja membahagiakan.

Hal ini bukannya sudah mendarah daging pada seluruh peserta? Karena kita kan sudah terbiasa berbagi di hari Jumat penuh berkah dalam kegiatan “Gerakan Jumat Berkah”. 😉

Alhamdulillah.. Hari ini selesai dengan lancar. Catatan-catatan materi disimpan dengan baik agar tidak hilang untuk bekal pulang ke daerah masing-masing nanti.

Selamat beristirahat, para delegasi PPA Se-Indonesia..

Good Night.. 🙂

Hari berikutnya..

Heyy.. heyyy.. heyyy… Halo para delegasi PPA, ayo bangun.. Kum..

Bukannya pagi ini kita semua akan menyusuri Ancol, ayo buruaaann. Tar ditinggal lho.. 😀

Iya, rencana hari ini, semua peserta akan diajak ke Ancol sebagai materi pertama. Pagi-pagi panitia telah berusaha membangunkan peserta karena setelah melaksanakan sholat subuh rombongan akan segera berangkat menuju Ancol.

Disini seluruh Employee of Allah diajak bersatu dg alam. Ngobrol, curhat, memahami setiap detik pesan cinta dari-Nya. Mencoba mengambil ibroh dari kejadian demi kejadian, peristiwa demi peristiwa. Menyadari keberadaan Allah dengan kesadaran sepenuhnya.

Sekitar pukul 10 seluruh peserta kembali lagi ke ruangan training. Lelah, namun membahagiakan. Materi tentang “Me Time” ini semoga dapat menjadi ritual berduaan dengan Sang Maha Pencipta dan juga dapat disosialisasikan kepada tim syiarnya masing-masing.

Tibalah di penghujung acara. Bagian inilah yang seringkali membuat haru. Kata hati ingin berlama-lama bersama sahabat-sahabat tercinta yang selalu mengingatkan dalam kebaikan, tapi waktu jua yang memisahkan. Seluruh kontingen harus kembali ke daerah tempatnya berasal untuk menjadi penyambung syiar ilmu tauhid ini.

 

“Barokallah sahabat-sahabatku semua. Semoga kelak dapat reuni disana, ditempat terindah setelah dunia.”

Salam Kontribusi..^^

Gerakan Jumat Berkah November #2

Gerakan Jumat Berkah November #2

Bismillahirrohmaanirrohiim..

Assalamu’alaikum Warohmatullahi Wabarokatuh..

Memasuki pekan kedua di hari Jumat. Kembali para employee of Allah menyemarakkan hari penuh berkah ini dengan berbagai kebaikan dalam Gerakan Jumat Berkah. 

Hmm.. bagaimana kalo kita hubungi para employee ini satu persatu untuk melaporkan GJB-nya kepada kita semua. Yukk, kita mulai. Stay tune, yaa.. 😉

 

MADIUN

“Hari ini dari Madiun, kami melaporkan bahwa tim Madiun telah mengantarkan bantuan kebutuhan kebersihan sehari-hari untuk panti asuhan.”

IMG-20151113-WA030

 

PEKALONGAN

“Tim Pekalongan yang dipimpin oleh Mas Andrew dan Mbak Rosi, hari ini berbagi sarapan buat tukang becak, penyapu jalan, tukang parkir, dan lain-lain.”

IMG-20151113-WA005

 

DENPASAR

“Dari Tabanan, Bali, kami melaporkan bahwa Team PPALC Bali mengawali Gerakan Jumat Berkah pada pukul 7 pagi WITA. Hal ini kami lakukan agar bisa memberi anak-anak Panti Asuhan sarapan pagi nasi kuning. Seperti yang kami lakukan bersama teman-teman saat ini, kami berkunjung ke PP Hidayatullah dan PP Al-Inayah dan disambut gembira oleh mereka. Bahagianyaa…”

“Tidak hanya itu, kami juga membesuk seorang alumni bernama Pak Mukhlis yang sedang terbaring sakit di RS. Tabanan karena tekanan darahnya meningkat. Semoga dengan kunjungan kami dapat membuatnya terhibur sambil mendoakan kesembuhan beliau.”

IMG-20151113-WA037

 

PALEMBANG

“Langsung dari tempat kejadian, Palembang melaporkan GJB hari ini ngider-ngider ke jalan berteman macet sore hari saat jam pulang untuk berbagi nasi bungkus untuk para petugas sampah, penarik becak, loper koran, petugas kebersihan jalan, dan banyak lagi yang ditemukan di jalan.”

PURWOKERTO

“Laporan GJB dari Purwokerto bahwa tim disini berbagi sarapan pagi di depan kantor PPALC, RSI Purwokerto, juga ke pasar-pasar.”

 

CIREBON

“Tim dari Cirebon pagi ini berbagi sarapan ke jalan. Banyak orang-orang yang membutuhkan yang kami temukan diantaranya para petugas kebersihan jalan, pengayuh becak, orang-orang tua renta yang mengais rizki, serta para tuna wisma yang tergeletak begitu saja di tepi-tepi jalan.”

IMG-20151113-WA019

“Di sesi kedua, tim Cirebon mendatangi Taman Bacaan daerah Gegesik di Dusun 3 Desa Gegesik Lor untuk menambah koleksi bacaan disana. Ramai sekali siswa dan siswi yang memanfaatkan taman bacaan ini untuk menambah wawasan mereka. Semoga saja dengan tambahan buku-buku ini bertambah pula ilmu pengetahuannya.”

MAKASSAR

“Gerakan Mukenah wangi tidak hanya ada di PPALC lain, tetapi juga menjangkiti wilayah Maros, Makassar. Dari masjid ke masjid, kami tim Makassar melaporkan memberikan sejumlah mukena bersih untuk mengganti mukena yang sudah tidak layak dipakai. Sebagian kami bawa pulang untuk di laundry agar bersih kembali sehingga nyaman bila dipakai.”

SITUBONDO

“Dari Situbondo memberitakan bahwa tim PPALC mengadakan pasar murah dengan dana yang didapatkan dari menjual barang-barang bekas dan para donatur.

Di pasar murah tersebut menjual paket sembako yang berisi 2 kg beras merk Teratai, 1 ltr minyak goreng cap Sedap, 200 gr mie cap Ayam. Kesemuanya ini dijual dengan harga 25 ribu rupiah per paket, padahal modalnya 35 ribu rupiah. Jadi kami mensubsidi sebesar 10 ribu.

Semoga saja gerakan ini dapat meringankan kaum dhuafa yang kesulitan membeli sembako.”

note : no documentation

 

C E P U

“Cepu juga melaporkan telah berbagi sarapan gratis pada warga sekitar yang membutuhkan di Jumat yang penuh berkah ini.”

note : no documentation

 

Barokallah untuk setiap daerah yang telah menjadikan kegiatan ini sebagai kerjaan rutin di setiap Jumatnya meski dengan berbagai kendala dan kesibukan, semoga menjadi tiket kita ‘kesana’.

Salam Kontribusi..^^

Private Class, 08 Nopember 2015

Private Class, 08 Nopember 2015

Bismillahirrohmaanirrohim..

Setelah kemarin sukses di tiga kota, Ahad ini, 08 Nopember 2015, para trainer kembali melanjutkan perjalanan ke kota lain yang terlah terjadwal. Kota-kota yang telah menanti kehadiran para master ini tidak lain adalah Bali, Cilacap dan Jogja.

Mas Rendy buru-buru meninggalkan Surabaya mengingat harus segera sampai ke Denpasar karena akan mengadakan kelas privat disana. Bu Ifa menanti dengan harap-harap cemas karena malam semakin larut tetapi mas Rendy belum nongol juga di bandara Ngurah rai.

“Mas Rendy, buruan dong.. Bandaranya udah mau tutup, nih,” celoteh Bu Ifa dalam chatnya.

Hingga akhirnya pesawat yang ditumpangi sang master lepas landas dengan suara mesin yang bising saat diparkir.

Sebelum diantar ke hotel untuk beristirahat, Bu Ifa dan teman-teman mengajak mas Rendy menikmati santapan malam (eh, lebih tepatnya dini hari) khas Bali.

Kelangsungan kelas private sangat meriah. Alhamdulillah, full seat. Entah dari mana datangnya para peserta ini, yang jelas Allah telah dengan sengaja memperjalankan mereka menuju Hotel Grand Santhi untuk belajar ilmu tauhid bersama PPA. Apalagi kelas dihadiri oleh alumni dari Cirebon, Kang Dedy Evan, yang menceritakan kisah bahagianya setelah tergabung dalam keluarga besar PPA.

Kemeriahan lain dari kelas Bali adalah kegiatan GJB (Gerakan Jumat Berkah) yang disatukan dengan perayaan milad-nya PPA bersamaan kelas privat hari ini. Dengan mengundang sebanyak 20 anak yatim dari YAPPA, tim Bali memberikan makanan, goodie bag, santunan, juga tiket berenang di Swimming Pool Grand Santhi yang telah mendapat ijin dari pihak hotel.

Suasana kelas yang ke enam kalinya di Bali ini, riuh dan menyenangkan dari peserta dan alumni. Didukung dengan games yang syarat dengan ilmu tauhid sebagai pelengkap agar mudah dipahami.

Beranjak dari Bali, kita ke CilacapKelas privat perdana yang disponsori oleh EO Purwokerto, mbak Amel, umi Waliko, mas Mugho, dll juga memancing iri. Mas Sonny Abi Kim, didatangkan khusus untuk bertemu warga Cilacap dan berbagi ilmu tauhid disana.

Pagi-pagi para peserta telah diarahkan ke Hotel Dafam Cilacap untuk tidak terlambat registrasi. Kelas dimulai pukul 08.30 wib, di-em-si-in oleh mas Mughoo Wisdom. Barokallah.

Kita tinggalkan dulu Cilacap yang sedang belajar dengan Abi Kim, menuju kota Jogjakarta.

Di Hotel Lynn Jogokariyan, para peserta telah menanti tak sabar master Dedy Irawan. Mas Aditya muncul menenangkan peserta dengan segera membuka kelas dan menampilkan sekilas profil sang trainer juga testimoni yang mengundang rasa penasaran.

 

Semoga.. setiap kerja keras, peluh keringat, lelah payah yang dilakukan para penggerak PPA agar tersampainya ilmu tauhid ini, menjadikan Allah ridho ketemu di jannah-Nya. Aamiin..

Salam Kontribusi ^^..

 

 

Private Class, 07 Nopember 2015

Private Class, 07 Nopember 2015

Bismillahirrohmaanirrohim..

Hari ini, Sabtu, 07 Nopember 2015, terdapat tiga kota yang terjadwal mengadakan kelas privat PPA. Kota tersebut adalah Surabaya, Tegal, dan Palembang.

Kota Surabaya kedua kalinya mengadakan Private Class. Dengan tim penggerak mas Wahyu bersama teman-teman, akhirnya menghadirkan mas Rendy Rezha sebagai narasumber.

Acara yang berlangsung di Hotel Zoom yang bertempat di Jalan Raya Jemursari No. 109 Surabaya ini menampung para peserta yang telah menanti untuk mempelajari ilmu tauhid dari pagi.

Alumni yang ikut mengulang untuk meng-upgrade diri pun cukup banyak meramaikan kelas.

 

Di Tegal dengan narasumber Kang Helmy Faisal dimeriahkan oleh alumni dari berbagai daerah. Bagi alumni yang kebetulan tinggal di seputaran Tegal, sungguh sayang melewatkan kelas privat ini.

Turut hadir sebagai peserta, orang tua dari mbak Very Damayanti, alumni Cirebon yang selalu big case di perusahaannya, sekaligus penyelenggara kelas privat di kota ini. Tamu istimewa lainnya adalah ibunda dari mas Rendy yang meluangkan waktunya untuk berguru kepada Kang Helmy.

Terbang ke Palembang, wajah baru mas Dedy Irawan menghiasi kota Ampera ini. Sambutan pempek dengan berbagai olahan yang menggiurkan disuguhkan kepada trainer muda ini. Mumpung ada di Palembang, mas Koko dan tim memaksa mas Dedy untuk mencicipi menu pempek dengan berbeda-beda sajian. Reportase keseruan kelas di Palembang dapat dikulik DISINI.

 

Terima kasih kepada seluruh kota yang telah mengadakan kelas privat PPA. Kepada tim penggerak yang telah memfasilitasi para trainer, mulai dari penjemputan hingga kembalinya, Allah sebaik-baik pembalas. Barokallah..

Salam Kontribusi ^^..