SAYUR BAYEM NABI AYUB (Part 1)

SAYUR BAYEM NABI AYUB (Part 1)

SAYUR BAYEM NABI AYUB (Part 1)
By. Rendy ReZha

Ternyata kunci syukur nabi Ayub dan nabi Musa itu adalah Sayur Bayem.. Masyaallah pantes santun sekali kepada Rabb-Nya sampai diabadikan di Al Qur’an karena Allah suka sekali itu.

Doa dulu dan minta dipahamkan sama Allah kawan.. Karena ilmu yang punya Allah makanya mau belajar minta dulu. Nanti cuma tahu tapi tidak dipaham sama Allah.. Cuma paham tapi tidak dimampukan merubah batin..

Subhanaka la ‘ilma lana ‘illa ma ‘allamtana ‘innaka ‘antal-‘Alimul Hakim.. Maha Suci Engkau ya Rabbi… tidak ada yang kami ketahui selain dari apa yang telah Engkau ajarkan kepada kami. Sesungguhnya Engkaulah Yang Maha Mengetahui lagi Maha Bijaksana..

Bismillah..
Bayangkan Anda sebagai orangtua yang memiliki anak sedang sakit anemia pasti mencarikan makanan yang baik untuk si anak agar sehat tidak kekurangan zat besi.. salah satunya adalah sayur bayem. Anda memasakan sayur bayem itu sepenuh cinta dengan bahan-bahan terbaik.

“Wah.. pasti anakku seneng aku masakin sayur bayem. Aku siapkan banyak siapa tahu dia lahap makannya.” (dengan mata berbinar-binar seorang ibu).

Ketika anaknya pulang..
“Bu.. masak apa?” (dengan wajah lesu dan malas menyapa ibunya).

“Ini nak ibu masak sayur bayem.. 🙂” (dengan wajah antusias menunggu respon anaknya dihidangkan sayur bayem).

Namun bayangkan ternyata respon dari anak Anda diluar dugaan dan tidak seperti yang diharapkan..

“Cuma sayur bayem?! Emang ngga bisa masak yang lain bu?! Aku mau es krim aja lagi males makan!”

“Tapi kamu lagi sakit nak kalau makan es krim makin sakit nanti.. ini sudah ibu masakin yang bagus untuk kesehatanmu.. dimakan yah ibu buatkan khusus untuk kamu.”

“Ngga mau! Aku maunya es krim bukan sayur!”

Sekarang saya bertanya kepada Anda kawan.. bagaimana perasaan Anda jika menjadi ibu tadi yang sudah susah payah sepenuh cinta memasak untuk Anda namun ditolak mentah-mentah?

Sakit pastinya..
Ketahuilah kita sering seperti itu kepada Allah..

وَعَسَى أَنْ تَكْرَهُوا شَيْئًا وَهُوَ خَيْرٌ لَكُمْ وَعَسَى أَنْ تُحِبُّوا شَيْئًا وَهُوَ شَرٌّ لَكُمْ وَاللهُ يَعْلَمُ وَأَنْتُمْ لاَ تَعْلَمُونَ

“Boleh jadi kamu membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi (pula) kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu; Allah mengetahui, sedangkan kamu tidak mengetahui.” (Al-Baqarah: 216)

Ayat ini kita sering sekali hanya kita jadikan nasihat untuk orang lain.. maka lihatlah dirimu sendiri saat ini wahai diri Allah memberikan kondisimu apapun hari ini adalah yang terbaik dan lebih sedikit lagi yang melihat perasaan Sang Maha Pemberi yang terbaik itu namun sering sekali kita tolak dan malah menyuruh memberikan yang kita inginkan.

Maka tidakkah kau raba perasaan Rabbmu terhadapmu wahai diri?

“Ya Allah kenapa saya dibuat sakit?! Saya minta sehat!”
“Ya Allah kenapa saya dibuat di PHK?! Saya minta pekerjaan!”
“Ya Allah gaji saya cuma segini?! Saya minta gaji lebih besar!”
“Ya Allah keluarga saya berantakan begini?! Saya minta keluarga jadi baik!”
dlsb.

Salahkah permintaan itu?
Tidak.. tidak sama sekali. Namun apakah dasar dari permintaanmu itu berasal dari penolakan akan “sayur bayem (ketentuan Allah yang menurut kita tidak enak)” dari Allah itu?

Kau tak terima pemberian Allah itu wahai diri padahal kau sedang sakit! dan dengan “sayur bayem” ini kau akan menjadi sehat! Namun sudahkah kau bersyukur atau malah membuang sayur bayem itu sambil mengumpat?!

Maka janganlah mengukur dari pandangan diri kita enak dan tidak enaknya… hadza minfadhli Rabbi (semua itu dari Allah) yang hanya menginginkan kebaikan saja untuk dirimu walau selalu disalah artikan pertolongan-Nya..

“Wahai hambaku.. jika Ku berikan kau selalu enak hidupmu, kubiarkan terus tenang hidupmu maka kau akan terlalaikan sebagai hamba-Ku. Aku ingin menghidupkan hidupmu dengan perasaan selalu menghamba pada-Ku.. bukankah lebih mudah ketika kuberikan sedikit ketakutan? Dan bukankah ini baik untukmu dalam hidup yang singkat ini?”

كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ ۗ وَنَبْلُوكُمْ بِالشَّرِّ وَالْخَيْرِ فِتْنَةً ۖ وَإِلَيْنَا تُرْجَعُونَ

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Kami akan menguji kamu dengan keburukan dan kebaikan sebagai cobaan (yang sebenar-benarnya). Dan hanya kepada Kamilah kamu dikembalikan.” (QS Al Anbiya 35).

Inilah kunci nabi Ayub bisa kuat sekali dalam ujian berat dari Allah yaitu selalu merasa apapun yang diberikan Allah baik kondisi enak maupun tidak enak adalah dari Allah dan pemberian dari Allah pasti yang terbaik apapun kondisinya dan kita faqiir (sangat membutuhkan hal tersebut).

Kita ini orang-orang sakit yang sangat membutuhkan pertolongan dari Allah… dan Allah paling tahu apa yang kita butuhkan saat ini.. Sayur bayemkah atau es krim kah.

Dia paham kebangkrutan, sakit, di PHK, di ceraikan, hutang, dlsb adalah kondisi terbaik yang Allah pilihkan untuk dia.

“Mas kalau begitu apakah kita ngga boleh minta akan dunia kita?! hanya syukur aja gitu?!”

Jangan salah syukur itu bukan bukan “aja” tapi “segala”.. bukankah perubahan hidup Nabi Musa kepada dunia keajaiban dimulai dari bersyukur?

Silahkan simak kajian ini.. Faqiir adalah kunci pertolongan Allah >> bit.ly/FaqiirKunciPertolonganAllah

Syukurlah dahulu baru kemudian jikapun kau harus meminta memintalah dengan santun bukan dengan MENYURUH dan MERASA LEBIH TAHU YANG TERBAIK untuk diri kita!

Nah, luar biasanya adalah orang-orang yang sudah memahami bahwa kondisi tak enak itu adalah sayur bayem pasti ia akan otomatis santun ketika harus meminta ke Allah dan inilah yang akan mengundang pertolongan-Nya.

Insyaallah saya akan share hal yang menjadi kunci miracle tersebut dalam bab “SAYUR BAYEM NABI AYUB (Part 2)” jika memang dirasa perlu dibahas..

Jadi kalau ada apa-apa bilang “Wah sayur bayem nih” hehehe…

Dan Allah seneng banget ketika kita dikasih hal tersebut malah kita bisa bersyukur dengan sangat pada-Nya.

“Ya Allah hamba sangat membutuhkan ini… terimakasih ya Allah.”

Kalau sudah bisa seperti itu let’s see what will happen your life will never be same again insyaallah.. hidup Anda akan penuh dengan pertolongan-Nya dan hati menjadi tenang insyaallah.

Silahkan tinggalkan komentar insight apa yang Anda dapatkan dari tulisan diatas dan bantu SHARE yah postingan ini. Insyaallah minimal ada 600 share atau 1000 komentar akan saya percepat menulis part 2 nya..

===============
Update part 2 disini : bit.ly/SayurBayemNabiAyubPart2

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.